Banyak aturan kesehatan
yang harus dijalankan sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan seimbang. Tapi
beberapa aturan populer yang sering kita dengar ternyata hanya mitos belaka.
Berikut beberapa ulasan dari Life Vemale
:
- Jangan Berenang
Sesudah Makan
Tak ada bukti berenang
sesudah makan bisa menyebabkan kram yang kemungkinan bisa membuat tenggelam.
Memang benar, makan membuat sebagian darah dialirkan ke sistem pencernaan, tapi
sebagian besar ahli percaya bahwa tubuh masih dapat memberikan kecukupan darah
dan oksigen selama olahraga untuk mencegah kram. Makan besar atau makan kenyang
dapat membuat Anda merasa terlalu penuh untuk membuat gerakan, tapi tak akan
menyebabkan tenggelam.
- Minum 8 Gelas Sehari
Sejauh anda minum cukup
sehingga tak merasa haus, sering berkemih, dan urin nyaris tak berwarna, Anda
kemungkinan mendapatkan cukup air. Dan ingat, 8 gelas air itu juga mencakup air
yang dipadatkan dari makanan dan minuman lain, dan karena itu membatu Anda
mendapatkan nutrien lain juga.
- Aturan 5 Detik
Ungkapan umum yang
sering diucapkan ketika makanan terjatuh ke lantai adalah, belum 5 detik. Kuman
tidak menunggu waktu, langsung menempel pada makanan. Di tahun 2004, seorang
mahasiswa meneliti bahwa makanan yang jatuh di karpet lebih sedikit kuman
(namun lebih banyak bulu kucing) dibanding di permukaan keras.
- Jangan Minum Kafein
karena Menyebabkan Dehidrasi
Orang-orang yang
tinggal di cuaca hangat biasa diingatkan untuk tidak konsumsi terlalu banyak
kafein karena senyawa diuretiknya, bisa menyebabkan dehidrasi. Sebuah studi
tahun 2002 dari university of
Cinnecticut, dan sejak itu ditegaskan studi lain, menunjukkan, orang yang
minum decaffeinated hanya beda 3%
dalam penimbunan cairan, yang menunjukkan kafein dan minuman berkafein tidak
menyebabkan dehidrasi.
- Perlu tidur 8 Jam
Semalam
Tidak semua orang perlu
tidur 8 jam semalam. Sebagian orang cukup tidur 6 jam dan baik-baik saja
sementara yang lain sulit berfungsi jika tidak tidur 9 jam. Pada kenyataanya,
ada bukti historis manusia biasa tidur dalam interval, 2 jam di petang hari, 2
jam periode bangun, dan lalu tidur lagi. Jumlah tidur yang diperlukan
berbeda-beda karena berbagai faktor, antara lain penyakit, stres, aktivitas
fisik, dan lain-lain. Patokan yang baik: jika anda bangun dan merasa lelah,
kemungkinan perlu tidur lebih banyak atau tidur lebih baik.
- Susu Hangat Membantu
Tidur
Susu memang mengandung tryptophan, sedatif yang sama seperti di
dalam kalkun, tapi Anda harus minum banyak untuk bisa tertidur. Respons yang
dirasakan orang dari minum susu sepenuhnya psikologism jadi ini hanya bisa
membantu tidur jika Anda mengira atau berpikir bisa. Minum susu hangat punya
efek nyaman yang sama seperti meringkuk dengan boneka beruang besar.
- Jangan Menbunyikan
Buku Jari
Mitos mengatakan,
kebiasaan menbunyikan buku jari dapat menyebabkan arthritis. Tak ada studi medik yang membuktikan hal ini, tapi
sebagian dokter mengingatkan, menyembunyikan buku jari secara berulang dapat
menyakiti jari dengan cara lain dan juga menjengkelkan rekan kerja. Jadi ,
sebaiknya hindari kebiasaan ini. Anda mungkin bertanya-tanya, dari mana datangnya
bunyi ini. Ketika merengangkan jari, Anda menarik tulang, menciptakan gelembung
udara di sekitar sendi. Gelembung yang pecah menimbulkan bunyi ini.
- Jangan Keluar dengan
Rambut Basah
Anda mungkin akan
merasa dingin, tapi tak akan membuat pilek. Pilek disebabkan virus yang
biasanya tersebar lewat tetesan kecil yang berasal dari batuk atau bersin
seseorang. Untuk menghindari virus, sering cuci tangan dan hindari tempat yang
banyak orang atau kontak dekat dengan sorang sakit. Yang membuat anda lebih
rentan terhadap virus pilek adalah : lelah, stres, dan alergi buruk tertentu.
- Jangan Baca di
Tempat Temaram
Baca di tempat gelap
mungkin membuat sakit kepala dan mata lelah, tapi menurut para ahli, cahaya
buruk tak akan menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan. Begitu juga
duduk dekat televisi atau layar komputer. Untuk mengurangi mata lelah, duduk
pada jarak yang nyaman dan sering tarik napas. Paling sedikit setiap 20 menit.
- Gula Membuat
Anak-Anak Hiper
Mitos umum mengatakan,
gula menyebabkan hiperaktivitas pada anak. Teori ini diuji pada sejumlah anak,
termasuk anak yang sensitif gula. Riset menemukan, gula meja atau pemanis
buatan tidak berefek pada perilaku anak. Temuan ini dipertegas riset.
0 Komentar untuk "Aturan Kesehatan yang Dapat Dilanggar"